Entri Populer

Rabu, 06 Juli 2011

kesulitan membaca pada isiwa kls rendah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Balakang
Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia indonesia. Untuk mewujudkan pembangunan di bidang pendidikan diperlukan peningkatan dan penyempurnaan proses pembelajaran secara menyeluruh dan terpadu dan lebih khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia.
Bahasa adalah salah satu alat komunikasi. Melalui bahasa manusia dapat saling berhubungan (berkomunikasi), saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, dan meningkatkan kemampuan intelekyual. Mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, adalah progam untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap terhadap Bahasa Indonesia Depdikbud (1993: 17).
Dalam proses pembelajaran bahsa Indonesia, seringkali terjadi bahea tidak semua siswa dapat menyerap dan memahami materi saat pertama kali diajarkan. Hal tersebut terjadi karena setiap siswa memiliki potensi dan karakter yang berbeda.jika di kelas rendah (kelas 2) tdak dimatangkan tentang keterampilan membacanya, dikhwatirkan nanti di kelas yang lebih tinggi siswa tdak dapat mengikuti pelajatran lainya.karena mata pelajaran bahsa Indonesia sangatlah penting. Keberhasilan guru bahasa Indonesia dalam penjalankan tugasnya sangatlah dipengaruhi oleh pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu sebiknya guru menyiapkan bahan balajar, menetukan kegiatan yang akan dilakukan bersama dengan para siswanya, mengupayakan agar bahan dan penyajaianya dapat tercapi,mapun meningkatkan keterampilan khusus, dan alat saran penunjang yang diajarkan, yang semuanya diramu agar tercapai tujuan yang hendak dicapai.
Menurut Umar (2000) menyatkan sebagi berikut bahwa Guru SD kelas rendah wajib mengetahui latar belakang kehidupan anak agar guru SD dapat memprediksi perkembangan bahsa dan perolehan bahsa anak. Informasi mengenai perkembangan dan perolehan bahsa anak menjadi pertimbanngan penysusnan progam mengajar.

1.2Rumasan Masalah
Permasalahan yang akan dipecahkan dalam penelitan ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara meningkatkan keterampilan membaca nyaring pada siswa kelas?
2. Bagaimana cara meningkatkan pelafalan dalam membaca nyaring pada siswa kelas?
3. Bagaimana cara meningkatakan intonasi dalam membaca nyaring pada siswa kelas?
4. Bagaimana cara menungkatkan kecepatan membaca nyaring pada siswa kelas?

1.3Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini meliputi tujuan umum dan tujuan secara khusus.
1. Tujuan Umum
Tujuan secara umum yaitu meningkatkan keterampilan membaca nyaring pada siswa kelas.
2. Tujuan secara Khusus
a. Meningkatkan pelafalan dalam membaca nyaring pada siswa kelas
b. Meningkatkan intonasi dalam membca nyaring pada siswa kelas
c. Meningkatkan kecepatan mata yang tinggi dalam membaca nyaring pada siswa kelas

1.4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
a. Manfaat teori ini dapat memberikan sumbangan untuk mengembangkan teori dalam meningkatkan keterampilan membaca
b. Bagi peneliti lain yang tyertarik untuk mengadakan penelitian ulang pada bidang yang sama, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan untuk membantu penelitian yang akan dilaksanakan.

2. Manfaat Praktis
a. Sebagi masukan bagi guru lain dalam rangka meningkatkan keterampilan membaca melalui media kartu huruf dalam pembelajaran.
b. Menambah wawasan bagi peneliti khusunya dan para pembaca terhadap pentingnya media karu huruf dalam proses pembelajaran membaca.



BAB II
Menangani Anak Kesulitan Membaca

2.1 Pengajaran Membaca
Anak-anak yang kesulitan membaca harus ditangani sedini mungkin sehingga masalahnya tidak semakin berat. Langkah-langkah penenganan anak-anak ini meliputi tahap assesmen atau pengukuran dan tahap treatmen atau penaganan.
Assessment bertujuan mengetahui secara pasti jenis masalah yang dihadapi anak. Berdasrkan hasil assessment inilah guru diharapkan dapat menyusun progam penangan yang sesuai.
Guru perlu mengetahui secara umum organisasi materi membaca dan jenis-jenis keterampilan yang terkait untuk mengadakan assessment dan menyusun progamyang baik. Keterampilan membaca meliputi membaca teknik dan membaca pemahaman.
2.1.1 Membaca Teknik
Membaca teknik adalah proses decoding atau mengubah simbol-simbol tertulis berupa huruf atu kata menjadi sistem bunyi atau yang sejenisnya. Proses ini sering disebut pengenalan kata. Dalam proses membaca teknik, ada beberapa keterampilan yang dipersyaratkan. Keterampilan pertama disebut konfigurasi, yaitu pengenalan secara global bentuk huruf atau kata. Misalnya “buku” lebih panjang daripada kata “ aku” , kata “ Ani” bermula dengan huruf besar.
Keterampilan kedua disebut analisis konteks,yaitu memanfaatkan kata-kata petunjuk lain di sekitarnya untuk menerka makna suatu kata. Analisi konteks ini dapat bersifat struktural, artinya memanfaatkan pengetahuan tata bahasa. Misalnya “Ani pergi ke sekolah naik kodo”. Kata “kodo” sebenarnya tidak ada, namun dengan memasukkan dalam konteks, anak dapat menerka kodo adalah sejenis kendaraan.konteks yang diberikan kepada anak untuk membantunya membaca dapat berupa gambar.
Keterampilan keempat adalah analisis struktu ral, yaitu pemahaman atas struktural bahasa. Yang termasuk di sini misalnya pengertian bahwa suku kata terdiri dari vokal, konsonan berbagai imbuhan kata, tanda baca, kata majemuk dan sebagainya.

2.1.2 Membaca pemahaman
membca pemahaman meliputi beberapa komponen. Komponen yang pertama adalah pengembangan kosakata.penguasaan kosakata sangat penting dalam memahami kata-kata yang dipakai oleh penulis. Komponen yang kedua adalah disebut pemahaman literal yaitu memahami atau mengingat informasi secara tersurat pada wacana.
2.2 Perkembangan Keterampilan Membaca
Materi pengajaran tersusun secara hierarkis dari materi yang menuntut keterampilan sederhana sampai yang paling kompleks. Para guru perlumengetahui tahap-tahap keterampilan membaca sehingga dapat menyusun assessment.
2.2.1 Tahap pertumbuhan kesiapan membaca
Kesiapan membaca merupakan kompetnsi yang harus dikuasai anak untuk dapat memulai belajar membaca. Faktor – faktor yang mempengaruhi petumbuhan kesiapan anak dalam membaca, yaitu kematangan mental, kemampuan visual, kemapuan auditif, kemampuan bahasa, kemampuan berfikir dan memusatkan perhatian.
2.2.2 Tahap Awal Belajar Membaca
Pengajaran membaca biasanya dimulai pada kelas 1 SD. Pada awalnya belajar membaca itu memang sulit karena anak harus menerka bebrbagai simbol/huruf yang sukar,proses membaca sangat lambat. Oleh karena itu, diperlukan bimbingan guru sehingga akhirnya anak dapat membaca dengan lancar.
Pengajaran membaca pada tahap awal belajar membaca meliputi beberpa tahap,yaitu membaca global,membaca unsur, dan membaca tanpa memikirkan unsur-unsurnya. Pada tahap membaca global, guru memperkenalkan kata-kata yang sedrhan sebanyak-banyaknya untuk diamati. Membaca unsur menyangkut membedakan kata-kata dan mencari asosiasi antara huruf dan bunyi.
Banyak sekali masalah membaca yang dapat diamati pada anak bekesulitan membaca. Hali ini disebabkan kompleksnya proses membaca dan banyaknya faktor yang mempengaruhinya. Berdasarkan hasil penelitian, jenis kesulitan yang sering ditemukan antara lain sebagai berikut.
a. Kesalahan mengidentifikasi kaitan bunyi huruf. Tidak lancar pada waktu membaca bersuara merupakan gejala yang banyak ditemukan pada anak kesulitan membaca. Ini termasuk salah mengidentifikasi kaitan antara bunyi dengan huruf.
b. Kebiasaan arah membaca yang salah
c. Kelemahan kemampuan pemahaman. Banyak anak yang mengeja dengan bersuara dapat membaca kalimat, akan tetapi begitu selesai membaca, anak tidak mengerti makna kalimat.
d. Kelemahan dalam hal kecepatana membaca. Membaca teknis merupakn pengajaran permulaan membaca. Anak dilatih untuk memahami kaitan antara huruf dengan bunyi. Setelah itu pengajaran bergeser ke membaca pemahaman, anak juga dilatih membaca cepat. Tujuan akhirnya anak dapat membaca dengan cepat dan dengan pemahaman yang tinggi pula.
2.3 Menangani Kesulitan Membaca
Secara garis besar ada dua macam pendekatan dalam pengajaran membaca permulaan, yaitu pedekatan berdasarkan simbol dan pendekatan yang berdasarkan makna. Pendekatan berdasarkan simbol menekankan keteraturan kaitan antara huruf dan bunyi. Tujuan akhirnya anak dapat membunyikan apapun yang tertulis meskipun tidak berupa kata. Pendekatan berdasarkan makna lebih menekankan kemampuan mengenal dan membaca kat-kata yang bermakna.
Progam pengajaran membacamenggunakan pendenkatan berdasrkan simbol dimulai dengan pengealan nama huruf dan bunyinya, diteruskan dengan menggabungkan huruf menjadi suku kata, suku kata menjadi kata, dan seterusnya. Progam pengajaran membaca menggunakan pendekatan berdasrkan makna, dimulai dengan kata-kata yang paling sering dipakai tanpa melihat tingkat kesukaran membacanya. Asumsinya adalah bahwa kata-kata yang lebih sering dipakai pasti dikenal sehingga lebih mudah untuk mempelajarinya. Anak didorong untuk belajar membaca melalui berbagi sarana dan alat bantu seperti gambar, cerita kontekstual, konfigurasi kata, dan sebagainya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar